Pasar saham di Indonesia berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi, namun juga menghadapi risiko volatilitas yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mengevaluasi potensi risikonya terhadap stabilitas pasar keuangan. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana dinamika perdagangan saham, melalui mobilisasi modal, perilaku investor, dan pengaruh kebijakan makroekonomi, membentuk keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, memanfaatkan data sekunder dari Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, OJK, BPS, serta literatur akademik dan media kredibel. Analisis dilakukan melalui content analysis dan thematic analysis terhadap data pasar, kebijakan publik, dan persepsi investor selama periode 2018–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perdagangan saham telah mendorong partisipasi investor domestik dan inklusi keuangan, pasar tetap rentan terhadap gejolak akibat ketidakpastian kebijakan, sentimen jangka pendek, dan dominasi investor asing. Kesimpulannya, perdagangan saham di Indonesia memiliki peran dualistik: sebagai sarana pertumbuhan ekonomi dan potensi sumber instabilitas keuangan. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi antara penguatan tata kelola pasar, perlindungan investor, dan stabilitas makroekonomi untuk menjadikan perdagangan saham sebagai instrumen pembangunan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025