Penuaan adalah proses alami yang diiringi dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Penurunan ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan independensi mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah melalui pemberdayaan yang melibatkan pendekatan sosial dan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Focus Group Discussion (FGD) dan terapi jigsaw puzzle dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest pada kelompok lansia yang terlibat dalam FGD dan terapi jigsaw puzzle selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek kognitif, seperti memori, perhatian, dan kemampuan pemecahan masalah, pada lansia yang mengikuti kedua intervensi tersebut. FGD memberikan kesempatan bagi lansia untuk berbagi pengalaman dan informasi, yang dapat merangsang pemikiran kritis dan komunikasi, sementara terapi jigsaw puzzle membantu melatih konsentrasi, koordinasi tangan-mata, serta meningkatkan ketekunan dandan kemampuan spatial. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi FGD dan terapi jigsaw puzzle dapat menjadi metode yang efektif dalam pemberdayaan lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif mereka. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan program-program pemberdayaan lansia yang berfokus pada penguatan aspek kognitif melalui pendekatan interaktif dan terapi yang menyenangkan.
Copyrights © 2024