cover
Contact Name
Adri Yanto
Contact Email
360derajat@ikta.ac.id
Phone
+6281361956222
Journal Mail Official
360derajat@ikta.ac.id
Editorial Address
Jl. Parit Indah No. 38, Tengkerang Labuai, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28289
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
PM360 Derajat
ISSN : 3109368X     EISSN : 31091555     DOI : https://doi.org/10.35328
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat (PM360) adalah sebuah jurnal yang berfokus pada upaya pengabdian masyarakat yang melibatkan kolaborasi dan keterlibatan komunitas secara menyeluruh. Tagline "Kolaborasi dan Keterlibatan Komunitas" menunjukkan bahwa jurnal ini menekankan dua elemen utama. Kolaborasi: Jurnal ini menyoroti peran penting kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, sektor swasta dan masyarakat lokal dalam upaya pengabdian masyarakat. Artikel membahas bagaimana kolaborasi ini dapat meningkatkan efektivitas proyek dan inisiatif pengabdian. Keterlibatan Komunitas: Jurnal ini menekankan pentingnya melibatkan komunitas lokal dalam perencanaan, implementasi dan evaluasi proyek pengabdian. Ini mencakup upaya untuk memahami kebutuhan dan aspirasi komunitas serta memastikan bahwa solusi yang diusulkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal. Topik-topik yang dibahas dalam jurnal ini mencakup berbagai aspek pengabdian masyarakat, termasuk pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, perubahan sosial, pemberdayaan komunitas, inovasi sosial dan banyak lagi.
Articles 19 Documents
EDUKASI DALAM PENGELOLAHAN MAKANAN NUGGET TAHU SEBAGAI CEMILAN SEHAT BAGI ANAK BALITA fatma nadia; Yesi Septina Wati; Rika Mianna; Ary Oktora Sri Rahayu; Meirita Herawati; Nia Desriva
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/sq46dv77

Abstract

Pengelolaan makanan untuk cemilan Balita perlu diperhatikan kelengkapan gizinya guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita. Untuk melengkapi nutrisi anak perlunya pemahaman orangtua memahami kandungan nutrisi anak dan cemilan yang sehat untuk anak Balita. Nugget tahu merupakan makanan alternatif makanan bagi balita yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan bahan dasar yang mudah didapat dan diolah yang kaya nutrisi. Berdasarkan survey pendahuluan diketahui bahwa 75% orangtua hanya memberikan makanan dengan cara membeli kepenjual dan bahkan makanan instan yang belum tau bagaimana kandungan gizinya. Kegiatan ini dilakukan di Perumahan Mutiara Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan berupa edukasi tentang cemilan sehat dan demonstrasi bagaimana pengelolaan nugget tahu dengan bahan yang sederhana yang mudah didapat. Kegiatan terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dengan menanyakan kembali apa yang sudah didemontrasikan. 
EDUKASI ASUPAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA Rika Ruspita; Rifa Rahmi; Fajar Sari Tanberika
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/de4xnq50

Abstract

Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Masalah gizi yang paling sering terjadi pada remaja adalah kurangnya asupan gizi yang mengakibatkan kurang gizi yaitu terlalu kurus dan dapat terkena anemia karena kekurangan zat besi. Remaja merupakan salah satu aset sumber daya manusia di masa depan yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan kualitas sumber daya manusianya. Peningkatan dan perbaikan status gizi remaja merupakan salah satu indikator pembangunan dari segi kesehatan, sehingga diperlukan edukasi tentang memberikan edukasi Asupan Gizi Seimbang Pada Remaja. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang asupan gizi seimbang pada remaja.  Subjek kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja  di Desa Pebatun Kecamatan Tenayan Raya Kulim. Kegiatan pengabdian masyarakat ditunjang dengan metode penyuluhan, tanya jawab, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami tentang edukasi asupan gizi seimbang pada remaja antara lain pengertian gizi, prinsip gizi bagi remaja, kebutuhan gizi seimbang, faktor penyebab masalah gizi remaja, pengaruh status gizi terhadap system reproduksi, masalah gizi
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SEKOLAH SDN 171 KELURAHAN PEBATUAN, KECAMATAN KULIM, PEKANBARU Dwi Elka Fitri; Awaliyah Ulfah Ayudytha Ezdha; Silvia Nora Anggreini
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/4me29g58

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Mengingat jumlah anak di Indonesia rata-rata 30% dari total penduduk Indonesia dan usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Jika tiap sekolah memiliki 20 kader kesehatan saja maka ada 5 juta kader kesehatan yang dapat membantu terlaksananya dua strategi utama Departemen Kesehatan. . Tujuan dari kegiatan ini adalah Siswa SDN 171 kelurahan pebatuan RW 01 mampu menerapkan bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat serta membiasakan mencuci tangan dengan baik dan benar.    
SOSIALISASI TELEMEDICINE KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SMK PGRI PEKANBARU UNTUK KEMUDAHAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN Ramdhani Syahputra; Yogi Pratama; Muhamad Yusuf; Adri Yanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/jqcsnt19

Abstract

Kunjungan rutin ke rumah sakit bisa jadi mahal, terutama di daerah pedesaan, karena biaya perjalanan. Di era Pandemi Covid-19, dimana interaksi fisik menjadi berisiko, masyarakat lebih memilih telemedicine. Untungnya, kunjungan medis dapat dikurangi ketika layanan telemedicine digunakan melalui konferensi video atau teknologi virtual lainnya. Dengan demikian, telemedicine menghemat waktu dan biaya pengobatan bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan. Selain itu, karena karakteristiknya yang cepat dan menguntungkan, dapat memperlancar alur kerja rumah sakit dan klinik. Teknologi disruptif ini akan mempermudah pemantauan pasien yang sudah pulang dan mengelola pemulihan mereka. Oleh karena itu, cukup dikatakan bahwa telemedicine dapat menciptakan situasi yang saling menguntungkan. Melalui kegiatan sosialisasi Telemedicine ini di SMK PGRI Pekanbaru, siswa dan guru dapat memahami manfaat dari telemedicine ini. Metode yang digunakan pada kegiatan ini merupakan sharing teknologi terkait telemedicine, jaringan telekomunikasi dan aplikasi yang digunakan, perkembangan terkini terkait telemedicine, penggunaan alat kesehatan melalui telemedicine, layanan yang ada pada telemedicine, manfaat dan kemudahan, serta teknologi yang akan datang untuk kemudahan dalam pelayanan kesehatan melalui telemedicine. Pada kegiatan ini juga memberikan wawasan dan edukasi baru bagi Guru dan Siswa SMK PGRI Pekanbaru akan pentingnya menjaga kesehatan dan bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan, siswa dan guru akan lebih terampil dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang diperlukan untuk mengakses layanan telemedicine, serta peningkatan kesehatan guru dan siswa sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
PEMELIHARAAN ALAT KESEHATAN PUSKESMAS REJOSARI Nani Lasiyah; Nur Hadziqoh; Rino Ferdian Surakusumah; Nadia Angelin
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/3x049f74

Abstract

Puskesmas Rejosari adalah organisasi fungsional yang menyediakan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya, yang meliputi delapan kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya, serta melayani pasien dari wilayah luar. Puskesmas ini diresmikan oleh Gubernur Riau pada 21 Juni 2017. Untuk meningkatkan layanan kesehatan pada tahun 2023, program studi Teknologi Rekayasa Elektromedis bekerja sama dengan DPD Ikatemi Riau dan IKTA melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Rejosari. Kegiatan ini meliputi pengecekan pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan seperti sphygmomanometer, nebulizer, EKG, timbangan badan, dan sterilisator kering. Tujuan dari pengecekan ini adalah memastikan alat kesehatan dalam kondisi layak pakai, aman, dan berfungsi dengan baik untuk memberikan pelayanan optimal kepada pasien. Pemeliharaan preventif dilakukan sebelum kalibrasi, termasuk pembersihan, pemeriksaan fungsi, penyetelan, dan pelumasan alat kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Rejosari, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dan peningkatan kapasitas bagi dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah dalam industri alat kesehatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP MELALUI PRECEDE PROCEED MODEL eva mayasari; riska epina hayu; nofri hasrianto; ika permanasari; destria efliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/fvewgf64

Abstract

Profil kesehatan Indonesia tahun 2021 menyatakan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional yaitu 84,2%. Target renstra tahun 2021 yaitu 93,6%, sehingga angka ini belum memenuhi target.  Pemberdayaan masyarakat merupakan proses sosial, budaya, psikologis dan politik melalui individu dan kelompok sosial sehingga mengekspresikan kebutuhan, menghadirkan kepedulian, menyusun strategi keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, serta melakukan tindakan politik, sosial dan budaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan (WHO,1998 cit. Sulaeman, 2013). Target dalam pemberdayaan masuyarakat yang akan dilakukan adalah ibu yang mempunyai bayi dan balita. Model precede proceed  merupakan salah model yang digunakan untuk merencanakan dan mengevaluasi promosi kesehatan. Tahapan dalam pelaksanaan model ini dapat dilakukan berurutan, fleksibel dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan. Fase Precede terdiri dari lim fase, meliputi proses pengkajian meneyeluruh yang terdiri dari pengkajian sosial, pengkajian epidemiologi, pengkajian perilaku dan lingkungan, pengkajian edukasi dan ekologi, pengkajian kebijakan administratif. Hasil pengkajian lima fase precede tsb maka didapatkan prioritas masalah kesehatan yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang imunisasi. Fase Proceed telah dilakukan penyuluhan tentang imunisasi kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita di desa Lubuk Siam. Hasil penyuluhan yang dilakukan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
EDUKASI DAN SCREENING DIABETES MELITUS PADA REFUGEE DI SIAK RESORT PEKANBARU Rika Mianna; Riska Epina Hayu; Hirza Rahmita; Eva Maya Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 2 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/8fvsb205

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan tingginya prevalensi kejadian penyakit tidak menular yang salah satu kasus teringgi yaitu Diabetes Melitus (DM). Prevalensi DM meningkat 0,5 persen dari tahun 2013 ke tahun 2018. Pemerintah sudah melakukan upaya dalam penjaringan kasus DM melalui kegiatan screening dan edukasi DM pada masyarakat, namun tentunya tidak semua masyakat dapat terjaring, terutama bagi refugee. Beberapa tahun terakhir jumlah reefugee di Pekanbaru mengalami peningkatan. Semakin bertambahnya reefugee, tentunya juga dengan permasalahan kesehatan yang beragam diantaranya DM.  Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi dan meng screening DM pada refugee yang ada di Siak Resort Pekanbaru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu edukasi berupa memberikan penyuluhan tentang DM yang terdiri dari beberapa materi dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia karena mereka mengalami kendala berbahasa, setelah dilakukan edukasi, dengan persetujuan dilakukan screening DM dengan alat glukometer. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hail kegiatan sesuai dengan yang diharapkan, refugee memahami apa yang disampaikan dan mereka aktif bertanya mengenai DM. Berdasarkan hasil screening pada 25 refugee tidak ditemukan penderita DM
PENDAMPINGAN TEKNIS PIJAT BAYI DI PMB ERNITA, STr.Keb Lisviarose; Komaria Susanti; Nurhidaya Fitria
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 1 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/eyhskv37

Abstract

Pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan lebih mendekati usapan-usapan halus atau rangsangan raba (taktil) yang dilakukan dipermukaan kulit, manipulasi terhadap jaringan atau organ tubuh bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan system pernafasan serta memperlancar sirkulasi darah. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/ MENKES/SK/VI/2002 tentang registrasi dan praktek bidan menyebutkan bahwa bidan berwenang memantau tumbuh kembang bayi melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang. Salah satu bentuk stimulasi yang selama ini dilakukan masyarakat adalah dengan pijat bayi. Masalah yang terjadi saat ini, sebagian besar ibu yang telah melahirkan tidak melakukan pijat terhadap bayinya. Penyebabnya karena tidak tahu bagaimana cara melakukan pijat bayi, tidak tahu manfaat pijat bayi, dan juga takut terjadi masalah dengan bayinya jika salah memijat (Andriani, 2015). Keterampilan seseorang dapat ditentukan oleh pengetahuan, Pengetahuan, dan ketersedian fasilitas dan perilaku petugas kesehatan sebagai fasilitator keshatan (Notoatmojo, 2014). Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan mengikuti kegiatan pengabdian tentang pijat bayi ini berharap ibu yang mempunyai bayi bisa memijat bayinya secara mandiri di rumah.
PEMBERDAYAAN LANSIA DALAM PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION DAN TERAPI JIGSAW PUZZLE Ennimay; Rachmawaty M Noer; Sandi Matahati; Aditya Hendriko; Mutiara Cahaya Rezky; Monica Ignassia
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 2 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/p72t5w92

Abstract

Penuaan adalah proses alami yang diiringi dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Penurunan ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan independensi mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah melalui pemberdayaan yang melibatkan pendekatan sosial dan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Focus Group Discussion (FGD) dan terapi jigsaw puzzle dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest pada kelompok lansia yang terlibat dalam FGD dan terapi jigsaw puzzle selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek kognitif, seperti memori, perhatian, dan kemampuan pemecahan masalah, pada lansia yang mengikuti kedua intervensi tersebut. FGD memberikan kesempatan bagi lansia untuk berbagi pengalaman dan informasi, yang dapat merangsang pemikiran kritis dan komunikasi, sementara terapi jigsaw puzzle membantu melatih konsentrasi, koordinasi tangan-mata, serta meningkatkan ketekunan dandan kemampuan spatial. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi FGD dan terapi jigsaw puzzle dapat menjadi metode yang efektif dalam pemberdayaan lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif mereka. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan program-program pemberdayaan lansia yang berfokus pada penguatan aspek kognitif melalui pendekatan interaktif dan terapi yang menyenangkan.
Pemberdayaan Masyarat Melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Posyandu Pematangkapau Kec. Kulim Yesi Septina Wati; Eva Mayasari; Fatma Nadia; Rahmi Santika; Maisa Nur Yani; Ika Permana Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 1 No 2 (2024): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/r2cky231

Abstract

Tanaman Obat Keluarga adalah salah satu jenis tanaman obat yang dikenal memiliki beragam manfaat. Pasalnya, toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Manfaat tanaman toga yaitu berfungsi sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat, sebagai upaya kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil survey, masyarakat Pematangkapau telah memanfaatkan TOGA untuk pengobatan atau bahan tambahan untuk makanan, akan tetapi belum ada satupun warga yang menanam TOGA secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberitahukan maanfaat TOGA di lingkungan sekitar masyarakat, dan peningkatan pengetahuan TOGA di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Pematangkapau, Kec. Kulim pada tanggal 20 Juli 2024. Tahapan kegiatan pengabdian ini meliputi persiapan berupa perencanaan penentuan sasaran TOGA serta pelaksanaan berupa sosialisasi, penanaman dan praktek pemanfaatan TOGA. Kegiatan ini cukup berhasil karena telah tersedia tanaman TOGA di beberapa lahan warga, adanya peningkatan pengetahuan mengenai jenis tanaman TOGA dan tata cara penanaman dan pemanfaatanya. Selain itu, adanya kontribusi/ partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sehingga diharapkan masyarakat secara mandiri mampu menanam TOGA di pekarangan rumah masing-masing

Page 1 of 2 | Total Record : 19