Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi kronis dari Diabetes Melitus yang sering menimbulkan kecacatan bahkan amputasi apabila tidak dirawat dengan baik. Perawatan luka di rumah memerlukan peran aktif keluarga, namun keterbatasan pengetahuan sering menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terapi sulfur memiliki potensi sebagai agen penyembuh luka yang efektif, aman, dan mudah diaplikasikan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan keluarga dalam perawatan luka diabetes melalui edukasi dan pelatihan penggunaan terapi sulfur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 40 keluarga pasien diabetes di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru. Kegiatan terdiri dari penyuluhan, pelatihan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan keluarga terkait perawatan luka diabetes. Sebanyak 80% peserta mencapai kategori pengetahuan tinggi setelah intervensi edukasi. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan keluarga melalui pendekatan berbasis penelitian dapat meningkatkan kualitas perawatan luka secara mandiri di rumah dan menjadi model edukasi yang dapat direplikasi pada komunitas lain.
Copyrights © 2025