Penelitian ini mengkaji transformasi makna hadis dalam konteks branding Islami di platform TikTok, dengan studi kasus pada akun Alira Indonesia. Fokus utama penelitian adalah perubahan makna hadis dalam video promosi dan bagaimana audiens menanggapinya. Data dikumpulkan melalui observasi konten video, teks overlay, caption, dan interaksi audiens berupa like, komentar, share, dan save. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis dipindahkan maknanya dari konteks asal (akhlak, ibadah, dan moralitas) menjadi elemen gaya busana, estetika visual, dan identitas brand. Elemen visual, seperti warna, pose model, framing, dan teks overlay, turut memperkuat pesan moral dan spiritual. Resepsi audiens menunjukkan dominasi silent reception, di mana sebagian besar menonton dan menyukai konten tanpa meninggalkan komentar, sementara komentar aktif menyoroti aspek religius, estetik, maupun minat dagang. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam era digital, hadis dapat mengalami rekontekstualisasi melalui media sosial, dan audiens berperan dalam menerima serta menegaskan makna baru tersebut.
Copyrights © 2025