Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan elemen fundamental dalam menjamin keberhasilan proyek konstruksi, terutama dalam aspek kualitas, efisiensi biaya, dan nilai rekayasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan K3 dengan kualitas konstruksi serta kontribusinya terhadap penerapan value engineering pada proyek infrastruktur di Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui studi kasus pada proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta, dengan dukungan kajian regulasi nasional (UU No. 1 Tahun 1970, PP No. 50 Tahun 2012, dan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021) serta standar internasional ISO 45001:2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun dokumen SMK3 telah tersedia secara administratif, kesenjangan masih terjadi pada aspek implementasi di lapangan, budaya keselamatan, dan efektivitas pengawasan. Strategi perbaikan difokuskan pada digitalisasi manajemen K3, peningkatan kompetensi pekerja, penambahan tenaga ahli K3, serta penguatan safety culture melalui pendekatan leadership dan sistem pelaporan near miss. Integrasi K3 dengan sistem manajemen mutu dan rekayasa nilai terbukti mampu meningkatkan kualitas, menekan biaya tersembunyi akibat kecelakaan, dan membangun kepercayaan stakeholder. Kesimpulannya, penerapan K3 yang efektif bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga investasi strategis untuk mewujudkan proyek konstruksi yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025