Kajian mengenai efektivitas implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di tingkat daerah, khususnya pada wilayah dengan capaian aktivasi tinggi, masih terbatas sehingga belum banyak menguraikan secara komprehensif faktor pendorong, hambatan, dan strategi pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan IKD di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menjelaskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus dengan informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas kepala dinas, pejabat struktural, dan staf pelaksana. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IKD tergolong efektif, ditunjukkan oleh capaian aktivasi 33,85% yang melampaui target nasional 20%, serta meningkatnya kemudahan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kesiapan organisasi, kualitas SDM, ketersediaan sarana prasarana, dukungan regulasi, serta strategi sosialisasi dan jemput bola. Adapun hambatan utama mencakup kendala teknis, keterbatasan perangkat, rendahnya literasi digital, belum optimalnya integrasi lintas sektor, serta meningkatnya risiko penipuan digital. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kajian implementasi kebijakan digital dan menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital, keamanan data, dan kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat ekosistem IKD di daerah.
Copyrights © 2025