Isu penyelesaian konflik Israel Palestina menjadi perhatian penting dalam studi hubungan internasional, namun kajian yang mengintegrasikan diplomasi multilateral, diplomasi bilateral, mediasi global, dan peacebuilding dalam satu kerangka analitis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika diplomasi internasional dan mekanisme mediasi global dalam meredakan konflik serta menilai kontribusi aktor internasional terhadap stabilitas jangka panjang. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan digunakan terhadap tiga puluh empat dokumen akademik dan laporan lembaga internasional melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa diplomasi multilateral melalui PBB dan Uni Eropa berperan besar dalam penyusunan resolusi, fasilitasi gencatan senjata, dan koordinasi bantuan kemanusiaan. Diplomasi bilateral yang dipimpin Amerika Serikat berkontribusi terutama pada penghentian eskalasi jangka pendek. Mediasi global oleh Norwegia dan Qatar membuka jalur komunikasi alternatif saat dialog formal terhenti, sedangkan program peacebuilding yang dilaksanakan UNRWA dan UNDP berkontribusi terhadap stabilitas sosial melalui rekonstruksi fisik serta penguatan kapasitas institusi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi diplomasi multilateral, mediasi netral, dan peacebuilding berkelanjutan merupakan strategi penting dalam manajemen konflik Israel Palestina.
Copyrights © 2025