Ketimpangan akses pendidikan masih menjadi persoalan yang menonjol di wilayah terpencil, termasuk di Nagari Pasilihan, Kabupaten Agam. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan sarana transportasi, serta minimnya fasilitas pendidikan menyebabkan masyarakat mengalami hambatan dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketimpangan akses pendidikan di Nagari Pasilihan dan menganalisis dampaknya terhadap semangat belajar serta minat membaca siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas pendidikan berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi belajar siswa. Kesimpulannya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan dan memperkuat budaya literasi di daerah terpencil.
Copyrights © 2025