Kajian mengenai digitalisasi perdagangan dan penguatan ekspor telah banyak dibahas, namun studi yang secara khusus menyoroti strategi digital Menteri Perdagangan (Mendag) sebagai kerangka integrasi layanan dan inovasi program masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana strategi digital Mendag dirancang dan dioperasionalkan untuk memperkuat daya saing ekspor Indonesia, khususnya melalui penguatan ekosistem layanan, pengembangan program bagi UMKM, dan pola promosi berbasis model hybrid. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan dan studi kasus kebijakan pada Kementerian Perdagangan. Data diperoleh melalui telaah sistematis terhadap regulasi, dokumen perencanaan, laporan kinerja, paparan resmi program, serta publikasi ilmiah terkait UMKM, perdagangan digital, dan inovasi sektor publik. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital Mendag bertumpu pada tiga pilar utama: penguatan layanan perdagangan berbasis sistem elektronik, inovasi program untuk penguatan UMKM dan basis produksi lokal, serta promosi ekspor melalui model hybrid fisik–digital, dengan tantangan pada pemerataan akses, kapasitas literasi digital, dan konsolidasi data. Temuan ini berkontribusi dalam memperkaya kajian perdagangan digital dan inovasi kebijakan dengan menempatkan Mendag sebagai arsitek integrasi layanan dan program, sekaligus memberikan dasar argumentatif bagi penguatan literasi digital UMKM dan pengembangan sistem pemantauan berbasis data pada sektor perdagangan.
Copyrights © 2025