Isu rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan telah banyak dibahas, namun kajian mengenai peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong peningkatan kesadaran melalui edukasi dan gerakan peduli lingkungan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran DLH dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melibatkan dua informan kunci yang ditetapkan melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, masih rendah. Program seperti Adiwiyata dan gerakan peduli lingkungan telah dilaksanakan, namun belum sepenuhnya mengubah perilaku masyarakat. Faktor rendahnya pendidikan lingkungan, perubahan gaya hidup, keterbatasan fasilitas, serta minimnya anggaran turut mempengaruhi efektivitas program. DLH memiliki peran penting sebagai pembina dan regulator, tetapi pelaksanaan program masih terganggu oleh kurangnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan sumber daya. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan, pembiasaan sejak dini, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya peduli lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori perilaku lingkungan dan memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengelolaan lingkungan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025