Konflik antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan isu penting dalam penataan ruang publik, namun kajian mendalam mengenai dinamika konflik di Pasar Raya Kota Padang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab konflik, bentuk dinamika yang muncul, serta strategi penanganan yang diterapkan Satpol PP. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh pelanggaran jam operasional, penolakan PKL terhadap lokasi relokasi yang dianggap tidak strategis, serta keterlibatan pihak ketiga yang memperburuk situasi di lapangan. Dinamika konflik membentuk pola berulang berupa siklus pelanggaran, penertiban, dan resistensi. Satpol PP merespons kondisi tersebut melalui pendekatan persuasif, pengawasan dan penertiban rutin, serta pencegahan terhadap individu yang berpotensi menjadi provokator. Temuan ini memperkaya kajian manajemen konflik dalam konteks penataan PKL dan menegaskan perlunya dialog berkelanjutan serta penyediaan lokasi relokasi yang lebih layak sebagai langkah strategis meredam konflik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025