Perilaku seksual berisiko (sexual risk behavior) di kalangan remaja menjadi masalah signifikan dalam konteks kesehatan reproduksi dan sosial di Indonesia. Penelitian lokal dan data lembaga nasional menunjukkan tren peningkatan aktivitas seksual pranikah di kelompok remaja usia 15–19 tahun. Konformitas sosial terhadap norma kelompok teman sebaya melalui mekanisme peer pressure menjadi salah satu faktor determinan penting. Artikel ini menyajikan tinjauan empiris berdasarkan data BKKBN dan studi literatur, serta mengaitkannya dengan teori konformitas sosial (compliance, identification, internalization) dan norma teman (descriptive vs injunctive). Temuan memperlihatkan bahwa persepsi bahwa teman sebaya melakukan perilaku seksual berisiko (norma deskriptif), serta dorongan langsung teman, berkontribusi pada makin banyaknya remaja yang menyesuaikan diri dengan perilaku tersebut. Implikasi penanggulangan mencakup intervensi peer education, pendidikan seksual yang sensitif norma sosial, dan penguatan kontrol sosial dari keluarga dan sekolah.
Copyrights © 2025