Indonesia memiliki potensi besar melalui produk lokal yang mencerminkan budaya dan sumber daya alam. Namun, globalisasi dan akses digital membuat produk impor lebih diminati karena dianggap lebih berkualitas. Artikel ini menggunakan metode kualitatif literature review untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap produk lokal dan impor dalam kaitannya dengan nasionalisme konsumtif. Hasil kajian menunjukkan bahwa meski produk lokal bernilai ekonomi, sosial, dan kultural, tantangan seperti citra merek dan persepsi kualitas masih menghambat penerimaan masyarakat. Diperlukan edukasi, inovasi, dan promosi agar konsumsi produk lokal tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga menjadi wujud cinta tanah air.
Copyrights © 2025