Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pustakawan tunanetra dalam pelaksanaan layanan sirkulasi di Perpustakaan Sekolah Dasar Al-Fath Cireundeu, serta mengidentifikasi strategi adaptasi dan hambatan yang dihadapi dalam konteks pendidikan inklusif. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan tunanetra mampu menjalankan tugas sirkulasi secara efektif dengan dukungan teknologi bantu, penyesuaian metode kerja, dan kolaborasi antarpustakawan. Hambatan yang muncul terutama berkaitan dengan keterbatasan aksesibilitas fisik, kompatibilitas teknologi, dan pelatihan staf. Penelitian ini memiliki relevansi langsung dengan Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Pengurangan Kesenjangan, serta SDG 16 terkait penguatan institusi yang inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan tenaga perpustakaan penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang setara dan nondiskriminatif.
Copyrights © 2025