Populasi lansia global terus meningkat, menimbulkan pertanyaan penting mengenai perubahan perilaku sosial seiring bertambahnya usia. Perilaku prososial memiliki implikasi signifikan bagi kesejahteraan individu dan kohesi sosial. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk Mengidentifikasi dan menganalisis faktor penentu perilaku prososial pada lansia, mekanisme psikologis yang mendasari, serta implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis berdasarkan bukti empiris dari jurnal terindeks Scopus. Metode penelitiannya dengan menggunakan Tinjauan literatur sistematis terhadap 25 artikel dari jurnal terindeks Scopus periode 2020-2025. Hasil: Lansia menunjukkan tingkat perilaku prososial lebih tinggi dibandingkan dewasa muda (Hedges' g = 0.31). Teori Selektivitas Sosioemosional menjelaskan bahwa persepsi waktu terbatas memotivasi lansia memprioritaskan tujuan emosional. Faktor penentu meliputi empati, status sosial ekonomi, dukungan sosial, dan budaya. Lansia menunjukkan preferensi ingroup yang lebih kuat. Kesimpulan: Perilaku prososial pada lansia merupakan fenomena multidimensi dengan implikasi penting bagi kesejahteraan psikologis dan desain intervensi.
Copyrights © 2025