Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi, yaitu Pertumbuhan Ekonomi (PDB) dan Inflasi, terhadap Profitabilitas perusahaan sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Industri otomotif merupakan sektor strategis yang sensitif terhadap dinamika makroekonomi, dan profitabilitas, yang diukur dengan Return on Equity (ROE), menjadi indikator utama kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Sampel penelitian dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan ekonomi (nilai signifikansi 0,736 > 0,05) dan inflasi (nilai signifikansi 0,935 > 0,05) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan otomotif. Secara simultan, hasil Uji F juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas (nilai F-hitung 0,103 < F-tabel 3,204 dan nilai signifikan 0,902). Koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang sangat rendah, sebesar -0,040 atau -4%, mengindikasikan bahwa variasi dalam profitabilitas perusahaan otomotif selama periode 2020–2024 lebih dominan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Temuan ini menegaskan pentingnya perusahaan otomotif untuk berfokus pada strategi internal dan variabel eksternal yang lebih spesifik dalam upaya mempertahankan serta meningkatkan kinerja keuangan mereka.
Copyrights © 2025