Penelitian ini mengkaji model hubungan industrial harmonis di sekolah kejuruan menggunakan pendekatan etnografi. Kebutuhan sinergi antara SMK dan industri semakin mendesak untuk menghasilkan lulusan siap kerja dan mengurangi kesenjangan kompetensi di era Revolusi Industri 4.0. Metode etnografi dengan observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen di beberapa SMK yang bermitra industri diterapkan. Hasilnya, ditemukan model kolaborasi kurikulum, joint training, serta industrial class program sebagai bentuk efektif hubungan harmonis. Faktor kunci kesuksesan adalah komunikasi intensif, komitmen bersama, regulasi, dan inovasi terbuka. Kendala utamanya meliputi pemahaman budaya kerja industri, birokrasi, dan fasilitas terbatas. Kajian ini menegaskan keberhasilan model hubungan industrial harmonis berbasis etnografi untuk penguatan kemitraan dan kebijakan vokasi di Indonesia.
Copyrights © 2025