Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketenagakerjaan yang masih menjadi salah satu masalah yang belum dapat diselesaikan. Hal tersebut diakibatkan karna jumlah penduduk dan angkatan kerja yang terus meningkat namun tidak di imbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai. Oleh karena itu diperlukan penyediaan lapangan pekerjaan yang besar agar dapat mengimbangi pertumbuhan ekonomi. Salah satu tujuan penting dalam pembangunan ekonomi adalah penyediaan lapangan kerja yang cukup untuk mengejar pertumbuhan angkatan kerja, Permasalahan paling pokok dalam ketenagakerjaan Indonesia terletak pada pertumbuhan angkatan kerja yang tidak berbanding dengan penyediaaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, dan Inflasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelian kuantitatif dengan data yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat. Data yang di peroleh yaitu berupa data Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Inflasi, dan penyerapan tenaga kerja Di Provinsi Sumatera Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari suatu perusahaan (sumber internal), kepustakaan, website BPS dan lainnya yang di olah menggunakan spss 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat, variabel pertumbuhan ekonomi (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat, variabel Upah Minimum (X3) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat dan variabel Inflasi (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat.
Copyrights © 2025