Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi guru mengenai penerapan STEAM dalam pembelajaran di SD Inovasi Naturatech dan untuk menganalisis bagaimana penerapan STEAM memengaruhi strategi guru dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa. Integrasi STEAM dianggap sebagai inovasi pedagogis yang sangat penting yang mendorong kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi melalui pembelajaran interdisipliner dan berbasis proyek. Menentukan persepsi guru sangat penting karena keyakinan dan efikasi mereka sangat memengaruhi bagaimana pendekatan ini akan terwujud dalam praktik kelas. Dalam studi deskriptif kualitatif ini, dua guru dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Pengumpulan data terdiri dari wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas untuk menangkap pemahaman, pengalaman, dan strategi guru tentang implementasi STEAM. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola berulang yang berkaitan dengan persepsi guru dan adaptasi pembelajaran di berbagai tingkatan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis guru memiliki persepsi positif terhadap pendekatan STEAM, menganggapnya efisien dalam membuat pembelajaran lebih bermakna, menarik, dan berpusat pada siswa. STEAM terbukti meningkatkan motivasi, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah siswa melalui kegiatan eksploratif dan kolaboratif. Namun, pada saat yang sama, guru harus menghadapi berbagai tantangan: beberapa siswa lebih siap daripada yang lain; siswa menunjukkan perbedaan dalam kecepatan belajar; dan ada kebutuhan akan pelatihan profesional yang sistematis. Studi ini juga menemukan bahwa STEAM telah mengubah peran guru menjadi fasilitator yang merancang strategi pembelajaran berbasis proyek adaptif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Faktor lain yang berkontribusi pada keberhasilan implementasi STEAM yang berkelanjutan di pendidikan dasar meliputi dukungan kelembagaan, sumber daya yang memadai, dan pengembangan guru yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025