Penelitian ini bertujuan menganalisis dominasi penggunaan bahasa daerah dan dampaknya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia siswa SMPN 4 Mangarabombang. Menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen, ditemukan bahwa sekitar 90% interaksi siswa berlangsung menggunakan bhasa Makassar, menyebabkan interferensi pada fonoogi, kosakata, dan struktur kalimat baik lisan maupun tulisan. Faktor penyebab utama meliputi lingkungan keluarga, budaya lokal, seta minimnya pembiasaan bhasa Indonesia disekolah. Dampak inerferensi tampak pada kesulitan siswa dalam menyususn kalimat formal, memahami teks akademik, serta menampilkan komunikasi efektif dalam presentasi. Temuan ini dibahas melalui teori domain Fishman, kompetensi komunikatif Hymes, dan pedagogi kritis Freire, yang menegaskan perlunya strategi pembelajaran komunikatif, zona bahasa Indonesia,serta Latihan berbicara formal untuk mengurangi interferensi dan mendukung pencapaian kurikulum merdeka. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan biliangualisme agar identitas budaya tetap terjaga tanpa menghambat penguasaan bahasa Indonesia standar.
Copyrights © 2025