Artikel ini mengkaji peran masyarakat Buddha dalam memperkuat kebangsaan Indonesia melalui pendekatan studi pustaka. Fokus utama diberikan pada integrasi nilai-nilai Buddhisme dengan tradisi lokal seperti Kejawen, Cit Gwee Pua, dan Syoko, yang merupakan wujud nyata sinkretisme budaya dan agama di tengah masyarakat Indonesia. Melalui analisis terhadap sumber-sumber sejarah, literatur akademik, dan dokumen kebijakan, artikel ini menunjukkan bahwa umat Buddha tidak hanya berperan sebagai komunitas religius minoritas, tetapi juga sebagai agen aktif dalam membangun karakter kebangsaan yang inklusif, toleran, dan berbasis nilai universal seperti metta (cinta kasih), karuṇā (belas kasih), dan upekkhā (keseimbangan batin). Tradisi-tradisi lokal tersebut menjadi media efektif dalam menginternalisasi ajaran Dharma sekaligus menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari identitas nasional. Temuan ini memperkuat posisi Buddhisme sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Nusantara, baik secara historis maupun kontemporer.
Copyrights © 2025