Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pestisida nabati, khususnya yang berbahan dasar limbah kulit bawang merah (Allium cepa L.), terhadap kesehatan petani dengan membandingkannya secara langsung dengan penggunaan pestisida kimia sintetis. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap delapan petani yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu pengguna pestisida nabati kulit bawang merah dan pengguna pestisida kimia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pestisida kimia menyebabkan berbagai gangguan kesehatan akut pada petani, seperti pusing, sesak napas, dan iritasi kulit, yang diperparah oleh rendahnya kesadaran dalam penggunaan alat pelindung diri. Sebaliknya, petani yang menggunakan pestisida nabati tidak melaporkan keluhan kesehatan serius; hanya sedikit ketidaknyamanan akibat aroma yang dihasilkan. Pestisida nabati dari kulit bawang merah terbukti efektif menekan hama berkat kandungan senyawa bioaktifnya (flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin), sekaligus lebih aman karena mudah terurai dan tidak meninggalkan residu beracun. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pestisida nabati merupakan alternatif yang lebih unggul dalam aspek kesehatan petani, ramah lingkungan, dan ekonomis. Oleh karena itu, disarankan adanya bimbingan dan sosialisasi yang intensif dari penyuluh pertanian untuk mendorong adopsi pestisida nabati guna mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan menjaga kesehatan jangka panjang petani.
Copyrights © 2025