Perkembangan energi alternatif di dunia semakin pesat, salah satunya adalah energi surya. Sumber energi surya memiliki emisi karbon yang rendah tanpa memerlukan perawatan intensif atau menimbulkan kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem elektrolisis air yang menggunakan energi dari solar cell jenis polikristalin dalam menghasilkan gas hidrogen. Sistem ini memanfaatkan energi matahari untuk mengisi baterai, yang kemudian digunakan untuk proses elektrolisis air dengan bantuan larutan elektrolit NaOH (0,5 M). Penelitian dilakukan selama 4 hari, mencakup analisis pengaruh daya output panel surya terhadap waktu pengisian baterai, variasi tegangan terhadap volume gas hidrogen, serta pengaruh intensitas cahaya terhadap efisiensi panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya output panel surya secara langsung memengaruhi waktu pengisian baterai; semakin tinggi daya, semakin cepat waktu pengisian. Namun, peningkatan tegangan tidak selalu menghasilkan volume gas hidrogen yang lebih besar. Volume tertinggi justru diperoleh pada tegangan rendah hingga sedang (4–6 Volt), sementara pada tegangan tinggi (8–10 Volt) efisiensi menurun karena efek overpotential dan hambatan akibat gelembung gas. Selain itu, efisiensi panel surya tidak selalu meningkat dengan intensitas cahaya; efisiensi tertinggi (9,91%) tercapai pada intensitas rendah (1394,98 W/m²), sedangkan intensitas tinggi justru menurunkan efisiensi akibat kenaikan suhu panel.
Copyrights © 2025