Perceived Overqualification menggambarkan kondisi individu merasa kualifikasi yang dimiliki dirinya lebih tinggi dibandingkan kualifikasi tuntutan pekerjaan saat ini (Maynard et al., 2006). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi berlebih pada karyawan terhadap kinerja kerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 204 partisipan yang merupakan karyawan tetap pada domisili Jabodetabek. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari, The Scale of Perceived Overqualification (SPOQ) dan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Hasil korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara perceived overqualification terhadap tingkat job performance karyawan tetap di Jabodetabek (r = 0.153, p < 0.005), korelasi negatif signifikan pada dimensi task performance (r = -0.018, p < 0.05) dan contextual performance (r = 0.043, p < 0.05). Ditemukan korelasi positif signifikan pada dimensi counterproductive work behavior (r = 0.315, p < 0.05) dengan catatan telah dilakukan reverse scoring. Penelitian ini menegaskan bahwa perceived overqualification dapat meningkatkan job performance karyawan dan dengan strategi pengelolaan organisasi yang baik akan memaksimalkan potensi perilaku positif dan meminimalkan potensi perilaku negatif dalam bekerja.
Copyrights © 2025