Kemajuan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan peluang dan tantangan bagi penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya bagi siswa sebagai generasi intelektual muda. Siswa memainkan peran strategis dalam membentuk budaya digital yang beretika, harmonis, dan produktif melalui penyebaran informasi positif, kampanye literasi digital, dan pendidikan publik tentang pentingnya etika media sosial. Penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti kerja sama timbal balik, persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, berfungsi sebagai pedoman moral dalam mengatasi fenomena hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, dan konflik digital. Selain sebagai konsumen, siswa juga dapat menjadi produsen konten pendidikan dan inovatif yang menanamkan nilai-nilai nasional. Peran aktif mahasiswa meluas melampaui lingkungan kampus hingga ke masyarakat luas, melalui mediasi konflik digital, mendorong partisipasi sosial, dan mengembangkan platform digital pendidikan. Dengan literasi digital dan kesadaran etika yang kuat, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan implementasi Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan tinjauan pustaka untuk mengkaji strategi dan peran mahasiswa dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi signifikan untuk memperkuat moralitas nasional dan membangun masyarakat digital yang beradab, harmonis, dan bermartabat.
Copyrights © 2025