Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa aktivitas budaya masyarakat sering kali menyimpan nilai matematika yang tidak disadari, termasuk dalam kehidupan nelayan pesisir Wonokerto, Pekalongan. Nelayan memiliki cara tersendiri dalam memahami alam, membaca arah angin, dan menentukan waktu berlayar yang berkaitan dengan konsep matematika. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep matematika dalam aktivitas menentukan waktu dan arah berlayar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan nelayan setempat. Data dianalisis dengan menghubungkan temuan lapangan dengan konsep etnomatematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan menentukan waktu berdasarkan pasang surut air laut dan posisi bulan, sedangkan arah berlayar ditentukan melalui arah angin dan kompas. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas nelayan mengandung proses berpikir matematis yang terstruktur meskipun dilakukan secara tradisional. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai etnomatematika masyarakat pesisir dalam pembelajaran matematika kontekstual untuk menumbuhkan pemahaman bermakna serta apresiasi terhadap kearifan lokal.
Copyrights © 2025