Peningkatan permintaan selada hidroponik sebagai komoditas hortikultura segar menuntut pengelolaan rantai pasok yang efektif karena sifatnya yang mudah rusak dan sensitif terhadap waktu distribusi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja rantai pasok selada hidroponik pada Pentani Hidroponik Sidoarjo menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dengan fokus pada reliability, responsiveness, dan asset management. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi pada proses produksi, panen, penanganan pascapanen, serta distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok berada pada kategori superior untuk reliability dan responsiveness, ditunjukkan oleh ketepatan pengiriman 98%, kesesuaian mutu 90%, dan lead time dua hari. Kinerja ini didukung oleh sistem order-based, distribusi jarak dekat, dan pola tanam bergilir. Pada atribut asset management, nilai cash-to-cash cycle 30 hari tergolong advantage, sementara persediaan 0 hari mencerminkan efisiensi zero-inventory namun berpotensi meningkatkan risiko gangguan pasokan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen aset dan mitigasi risiko melalui diversifikasi pemasok, penerapan cold-chain sederhana, serta digitalisasi pencatatan produksi.
Copyrights © 2025