Penelitian ini bertujuan mengungkap makna kebersamaan dalam komunitas mahasiswa asal Brebes di UIN Walisongo (KPMDB) melalui eksplorasi pengalaman subjektif anggota terkait adaptasi, rasa memiliki, serta dukungan sosial dalam komunitas. Menggunakan pendekatan fenomenologis dan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD), penelitian ini menganalisis pengalaman partisipan dengan teknik Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersamaan terbentuk dari penerimaan awal yang hangat, suasana kekeluargaan, serta dukungan berkelanjutan dari senior dan teman sebaya yang memudahkan anggota baru untuk beradaptasi. Ikatan emosional muncul melalui pengalaman bersama seperti diskusi, makrab, dan interaksi informal yang memperkuat rasa saling peduli. Selain itu, komunitas juga menjadi ruang untuk memahami perbedaan budaya internal Brebes, sehingga meningkatkan integrasi sosial. Secara keseluruhan, kebersamaan dalam KPMDB berperan penting dalam membangun rasa memiliki, identitas sosial, dan kesejahteraan psikologis mahasiswa perantau.
Copyrights © 2025