Penelitian ini membahas posisi strategis Pancasila sebagai ideologi hidup dalam menghadapi problem degradasi moral, intoleransi, serta meningkatnya paham radikal pada era digital saat ini. Sebagai negara dengan keragaman budaya, Indonesia menghadapi tantangan serius berupa penyebaran ideologi radikal serta pola pikir eksklusif melalui media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada lingkungan universitas serta diperkuat oleh kajian pustaka. Upaya internalisasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan yang relevan, khususnya bagi kelompok yang rentan seperti Generasi Z. pendekatan humanistik menjadi strategi yang dinilai efektif dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem serta menguatkan toleransi. Selain itu, pendidikan Pancasila juga berfungsi sebagai bentuk pertahanan nonmiliter yang penting dalam membangun kesadaran bela negara sejak dini., institusi pendidikan, serta masyarakat menjadi faktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila baik di ruang publik maupun di ranah digital. Oleh karena itu, revitalisasi praktik Pancasila perlu diwujudkan melalui aksi nyata lintas sektor agar tetap relevan dalam menjaga persatuan bangsa.
Copyrights © 2025