Rendahnya tingkat keterampilan manajemen waktu di kalangan Komunitas Mahasiswa Sragen di UIN Walisongo Semarang telah berkontribusi pada peningkatan penundaan dan tekanan akademik. Fokus program pengabdian masyarakat ini diarahkan pada pemberdayaan mahasiswa melalui pelatihan manajemen waktu berdasarkan pendekatan psikologi komunitas. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dalam menetapkan prioritas, penjadwalan, pengaturan diri, dan memperkuat dukungan sosial dalam komunitas. Program ini diimplementasikan menggunakan strategi pelatihan singkat yang mencakup model proses manajemen waktu, penerapan Matriks Eisenhower, teknik pemecahan tugas, dan refleksi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan manajemen waktu, dengan skor rata-rata meningkat dari 76,90 menjadi 95,17. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa untuk mengelola waktu dan mengurangi kecenderungan menunda-nunda.
Copyrights © 2025