Penelitian ini menganalisis novel Bungkam Suara karya J.S. Khairen menggunakan teori relasi kuasa dan resistensi perspektif Michel Foucault dalam paradigma postmodernisme. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis wacana, penelitian ini mengungkap bagaimana kekuasaan bekerja menyeluruh melalui bahasa, pengawasan, aturan, dan produksi pengetahuan yang membentuk kesadaran serta perilaku tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa atas pikiran merupakan bentuk dominan dalam narasi, disusul unsur kekuasaan, relasi kuasa atas tubuh, dan resistensi. Meski resistensi berjumlah paling sedikit, bentuk perlawanan tetap hadir melalui aksi diam-diam maupun terbuka yang menegaskan pandangan Foucault bahwa kekuasaan selalu memunculkan ruang perlawanan. Penelitian ini menegaskan bahwa novel Bungkam Suara merepresentasikan dinamika kuasa kontemporer dan upaya resistensi dalam masyarakat yang diawasi.
Copyrights © 2025