Penelitian ini mengkaji pemanfaatan media sosial dalam pelestarian dan transmisi kebudayaan Islam di Indonesia, dengan fokus pada generasi muda Muslim. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten digital, penelitian mengidentifikasi manfaat seperti demokratisasi akses pengetahuan, pembentukan komunitas virtual, revitalisasi tradisi, dan ekspresi kreativitas inklusif, serta tantangan termasuk komodifikasi budaya, krisis autentisitas, apropriasi, dan erosi nilai oleh budaya populer global. Temuan menunjukkan bahwa media sosial berperan paradoksal dalam memperkuat identitas keislaman sambil menghadapi risiko fragmentasi otoritas dan polarisasi. Rekomendasi meliputi pengembangan literasi digital, ekosistem konten berkualitas, pemberdayaan generasi muda sebagai agen budaya, dan kolaborasi stakeholder untuk ekosistem kondusif, guna menjaga esensi Islam Nusantara yang moderat dan inklusif.
Copyrights © 2025