Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengidentifikasi gangguan pertumbuhan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara langsung kepada tiga orang tua sebagai narasumber. Penelitian dilaksanakan di Jl. Pelajar, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengidentifikasi gangguan pertumbuhan anak melalui observasi terhadap aktivitas fisik, pola makan, tingkat keaktifan, serta kemampuan motorik dan interaksi sosial anak. Guru juga memanfaatkan pencatatan perkembangan, perbandingan dengan standar tumbuh kembang, serta komunikasi yang intensif dengan orang tua. Namun, keterbatasan waktu, kondisi emosional anak, dan kurangnya keterbukaan informasi dari orang tua menjadi kendala dalam proses identifikasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, ketersediaan alat ukur, serta kolaborasi antara lembaga PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia dini.
Copyrights © 2025