UMKM berperan sebagai penggerak utama perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia. Namun, UMKM rentan menghadapi berbagai risiko bisnis yang dapat mengancam keberlanjutan usaha jika tidak dimitigasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko pada UMKM Seblak Prasmanan di wilayah Tegal serta kontribusinya terhadap keberlanjutan usaha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 23 pemilik UMKM Seblak Prasmanan yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko berada pada kategori Tinggi, dengan nilai rata-rata Identifikasi Risiko (3,552), Pengukuran Risiko (3,860), dan Pengelolaan Risiko (3,840). Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM telah memiliki kesadaran kuat dalam mengelola risiko, namun aspek identifikasi risiko perlu ditingkatkan agar risiko dapat dikenali lebih awal. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan risk register, diversifikasi pemasok, digitalisasi pencatatan keuangan, pelatihan SDM, dan strategi pemasaran inovatif untuk memperkuat keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025