Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Hal disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat kepada guru sehingga siswa menjadi kurang terlibat aktif, serta banyakya siswa yang belum terbiasa mengerjakan soal-soal berbentuk soal esai. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Problem Posing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen dan rancangan The Static Group Comparison. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 104 siswa, dengan sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis yang mengacu pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji-t setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang belajar menggunakan model problem posing lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Copyrights © 2025