Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terhadap kesadaran budaya dan kemampuan analisis sosial siswa di SDN 25 Bantan. Menggunakan desain penelitian eksperimen semu dengan kelompok kontrol non-ekuivalen, penelitian dilaksanakan pada 46 siswa kelas V yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dengan perlakuan model PBL dan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional selama 3 minggu. Instrumen penelitian berupa tes kesadaran budaya dan kemampuan analisis sosial digunakan untuk mengumpulkan data pada pretest dan posttest. Hasil analisis data menggunakan uji Independent Sample t-test menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran PBL terhadap kesadaran budaya dengan nilai t = 9,630 (p < 0,05) dan selisih rata-rata 17,75 poin, serta terhadap kemampuan analisis sosial dengan nilai t = 10,999 (p < 0,05) dan selisih rata-rata 20,87 poin. Peningkatan yang substansial pada kelompok eksperimen (14,93 poin untuk kesadaran budaya dan 27,17 poin untuk kemampuan analisis sosial) dibandingkan dengan kelompok kontrol (3,05 dan 5,65 poin) mengkonfirmasi efektivitas PBL dalam mengembangkan kedua kompetensi tersebut. Temuan ini menyiratkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang sistematis dan kontekstual dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengembangkan kesadaran budaya dan kemampuan analisis sosial pada siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2025