Partisipasi masyarakat merupakan komponen krusial dalam pembangunan daerah yang efektif dan demokratis. Namun, di Kota Tanjungpinang, keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan pembangunan masih belum optimal dan cenderung bersifat top-down. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat mekanisme pembangunan yang inklusif dan responsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis tematik, serta memanfaatkan kerangka teori Arnstein’s Ladder of Citizen Participation. Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Kota Tanjungpinang masih berada pada kategori tokenism, terbatas pada tahap penyampaian usulan melalui forum formal seperti Musrenbang. Faktor penghambat utama meliputi kurangnya sosialisasi, keterbatasan akses informasi, dan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Rekomendasi kebijakan meliputi pemanfaatan platform digital dan reformulasi Musrenbang agar lebih dialogis untuk menjamin partisipasi yang substantif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025