Tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi masih menjadi permasalahan kompleks di Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional mencapai 4,76%, dengan TPT lulusan perguruan tinggi tercatat sebesar 6,23%. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Kondisi ini menegaskan perlunya inovasi kelembagaan non-sekolah yang berperan sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai penelitian yang relevan untuk mengidentifikasi peran dan potensi lembaga non-sekolah dalam meningkatkan keterampilan (upskilling) dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga non-sekolah berbasis digital yang mengintegrasikan project-based learning, pendampingan karir, dan sertifikasi kompetensi memiliki dampak positif terhadap peningkatan employabilitas lulusan.
Copyrights © 2025