Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Brainstorming terhadap kemampuan kerja sama dan kemampuan imajinatif siswa di SMPN 11 Bengkalis. Menggunakan desain quasi-experimental dengan nonequivalent control group design, penelitian ini membandingkan kelas VII-A yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas eksperimen yang menerapkan metode Brainstorming dan kelas VII-B yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk kedua kemampuan yang diteliti, diikuti dengan analisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent t-test, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan metode Brainstorming terhadap kemampuan kerja sama siswa (t = 8,598, p = 0,000) dengan perbedaan rata-rata sebesar 20,667 antara kelas eksperimen dan kontrol; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan metode Brainstorming terhadap kemampuan imajinatif siswa (t = 10,801, p = 0,000) dengan perbedaan rata-rata sebesar 20,000; dan (3) terdapat hubungan positif yang kuat antara kemampuan kerja sama dan kemampuan imajinatif siswa (r = 0,814, p = 0,000). Metode Brainstorming yang diimplementasikan melalui empat langkah (Pengumpulan Ide Berkeliling, Curah Pendapat dengan Bergerak Berkeliling, Pemilihan Konsep-Konsep Utama, dan Pengumpulan Ide Tiga Langkah) terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kedua kemampuan tersebut secara terintegrasi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk meningkatkan keterampilan sosial dan kreatif siswa sesuai dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 dan visi pendidikan nasional.
Copyrights © 2025