Sektor peternakan global menghadapi tekanan untuk bertransformasi menuju sistem yang lebih berkelanjutan karena kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca, degradasi sumber daya alam, dan risiko kesehatan masyarakat. Namun, pemetaan komprehensif tentang sikap petani, hambatan adopsi, dan persepsi dampak lingkungan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris global terkait persepsi petani tentang pertanian berkelanjutan. Studi ini dilakukan dengan menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis dengan protokol PRISMA, kerangka kerja PICO, dan penilaian kualitas MMAT dari artikel empiris berbahasa Inggris yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis tematik menunjukkan bahwa sikap petani umumnya positif, tetapi tingkat adopsi praktik berkelanjutan tetap rendah karena keterbatasan kapasitas teknis dan keuangan, infrastruktur dan teknologi yang tidak memadai, kebijakan dan konseling yang lemah, dan faktor sosial-budaya. Persepsi petani terhadap dampak lingkungan juga cenderung parsial. Oleh karena itu, intervensi sistemik diperlukan untuk mempercepat transisi menuju pertanian berkelanjutan, rendah emisi, dan inklusif.
Copyrights © 2025