Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang berfungsi sebagai pedoman hidup serta fondasi pembentukan karakter umat Islam. Salah satu upaya untuk menjaga kemurnian dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an adalah melalui program tahfidzul Qur’an. Namun, dalam praktiknya, tahfidz sering kali dipahami secara terbatas sebagai aktivitas menghafal, tanpa diintegrasikan secara utuh dengan pendidikan adab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfidzul Qur’an dan nilai-nilai aksiologisnya dalam membentuk pendidikan adab santri di Kuttab Salman Al-Farisi Karangpandan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tiga informan utama, yaitu koordinator tahfidz, pendamping tahfidz dan adab, serta mudir kuttab, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidzul Qur’an di Kuttab Salman Al-Farisi dilaksanakan melalui sistem mulazamah bertahap, yang meliputi tahap dasar (karimah), talqin, dan tahfidz mandiri. Sistem ini memungkinkan proses internalisasi adab berlangsung secara berkelanjutan melalui pendampingan intensif, pembiasaan, dan keteladanan guru. Adab yang dikembangkan mencakup adab terhadap Al-Qur’an, adab kepada guru, adab bermajelis, kedisiplinan, kesabaran, dan keistiqamahan. Dari perspektif aksiologi pendidikan Islam, program tahfidzul Qur’an mengandung nilai spiritual, moral, edukatif, dan sosial yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter santri usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa tahfidzul Qur’an tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan nilai dan pembentukan insan beradab.
Copyrights © 2025