Masa dewasa awal merupakan tahap perkembangan yang penuh dengan tuntutan dan perubahan, seperti penyesuaian karier, relasi romantis, serta pencarian kemandirian, yang sering kali menimbulkan tekanan psikologis dan kesalahan berpikir atau cognitive distortion. Distorsi kognitif yang menetap dapat menyebabkan kecemasan, rendahnya efikasi diri, serta gangguan dalam pengambilan keputusan adaptif. Salah satu pendekatan psikoterapi yang terbukti efektif untuk mengatasi hal tersebut adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT), yang berfokus pada restrukturisasi pikiran negatif menjadi pola pikir yang lebih rasional dan realistis. Penelitian ini menggunakan metode literatur review terhadap sepuluh jurnal nasional terbitan tahun 2015–2025 yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian yang membahas penerapan CBT pada individu dewasa awal dengan cognitive distortion. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas CBT dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain metode intervensi yang digunakan (psikoedukasi, restrukturisasi kognitif, trauma narrative, in vivo exposure, dan mindfulness breathing), keterlibatan tenaga profesional yang kompeten, serta konsistensi waktu pemberian terapi. Faktor internal seperti motivasi dan kepatuhan subjek, serta faktor eksternal berupa dukungan sosial dan keluarga, juga terbukti meningkatkan keberhasilan terapi. Selain itu, ditemukan bahwa wanita lebih banyak menunjukkan keberhasilan dalam CBT dibandingkan pria karena memiliki sikap yang lebih positif terhadap pencarian bantuan psikologis.
Copyrights © 2025