Isu Tambang di kawasan konservasi Raja Ampat pada tahun 2024 menimbulkan konflik wacana antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana berbagai aktor media, pemerintah, aktivis lingkungan, dan netizen membingkai isu ini menggunakan model framing Pan & Kosicki. Dengan melakukan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi terhadap sejumlah berita, pernyataan publik, dan konten digital, ditemukan bahwa framing pelestarian lingkungan lebih dominan secara tematik dan retoris dibandingkan narasi pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bagaimana isu terkait tambang raja ampat di bingkai oleh media, pemerintah, dan aktivis lingkungan untuk menggunakan model analisis framing Pan & Kosicki. Pada model penelitian ini fokus terhadap empat struktur framing: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.
Copyrights © 2025