Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya persaingan usaha telah menimbulkan berbagai risiko bagi toko buku konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko berdasarkan persepsi pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan toko buku di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 20 pemilik atau pengelola toko buku. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pasar dan risiko rantai pasok merupakan risiko yang paling dominan, dengan 70–90% responden mengidentifikasi persaingan dan ketergantungan pemasok sebagai ancaman utama. Evaluasi risiko menunjukkan bahwa dampak risiko dinilai signifikan terhadap penurunan pendapatan dan stabilitas usaha. Sebagian besar responden (60–80%) telah menerapkan pengelolaan risiko melalui strategi promosi, peningkatan layanan, dan pengendalian operasional, namun pengelolaannya masih bersifat operasional dan belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan manajemen risiko yang lebih sistematis diperlukan untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha toko buku di era digital.
Copyrights © 2025