Perkembangan ekosistem digital meningkatkan paparan hoaks, disinformasi, dan konten negatif, terutama pada siswa SMA/SMK sebagai pengguna aktif media digital. Kondisi ini menimbulkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kualitas literasi informasi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko terhadap paparan hoaks, disinformasi, dan konten negatif dalam ekosistem digital melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang relevan dengan literasi digital, hoaks, dan remaja. Analisis dilakukan melalui sintesis naratif tematik yang mencakup identifikasi risiko, evaluasi risiko berdasarkan kemungkinan dan dampak, serta strategi pengelolaan risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital, tingginya intensitas penggunaan media sosial, dan lemahnya kemampuan berpikir kritis menjadi faktor utama peningkatan risiko paparan hoaks dan disinformasi pada siswa SMA/SMK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen risiko efektif sebagai kerangka konseptual untuk pencegahan dan mitigasi risiko informasi di lingkungan pendidikan menengah.
Copyrights © 2025