Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi siswa kelas 9 dalam mempelajari pengucapan bahasa Inggris di SMPN 1 Mappakasunggu, Kabupaten Takalar. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang didukung oleh observasi kelas terbatas dan dokumentasi pembelajaran. Partisipan terdiri dari 12 siswa (kelas 1-12) yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan empat tema utama: (1) penggunaan model audio (video, lagu, dan kamus audio) untuk mendukung latihan mandiri; (2) pengaturan diri (penetapan tujuan dan evaluasi diri) sebagai faktor kunci dalam mempertahankan konsistensi latihan; (3) hambatan afektif (rasa malu dan takut membuat kesalahan) yang mengurangi kesempatan latihan lisan; dan (4) dukungan sosial (umpan balik, latihan berpasangan, dan bermain peran) yang mempercepat peningkatan. Hasil ini menyoroti perlunya pengajaran pengucapan yang terstruktur, lingkungan belajar yang aman secara psikologis, dan peningkatan akses ke sumber daya audio di sekolah.
Copyrights © 2025