Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa anak dan pembentukan karakter dalam cerita Aku Sudah Besar karya Futri Wijayanti dan Rizkia Gita (2022) melalui kajian morfologi (kata dasar seperti "besar" dan afiksasi -ku/me-), sintaksis (kalimat tunggal deklaratif/seruan seperti "Lihat! Tanganku besar"), semantik (makna leksikal konkret seperti "iri" dan gramatikal "sudah bisa"), serta pragmatik (ekspresi kebanggaan dan pengendalian emosi seperti "Aku mulai iri. Namun aku sudah besar"). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks pada cerita pendek bergambar untuk anak usia dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur bahasa sederhana dan kontekstual ini mencerminkan tahap pemerolehan bahasa anak, sekaligus menanamkan nilai karakter seperti kemandirian (aktivitas mandi/makan sendiri), empati (mengasuh adik), tanggung jawab (izin sopan "Bolehkah aku ikut mengasuh adik?"), dan pengendalian emosi (mengatasi iri terhadap perhatian orang tua). Dengan demikian, cerita Aku Sudah Besar berperan ganda sebagai media pembelajaran bahasa autentik dan pendidikan karakter holistik bagi anak usia dini.
Copyrights © 2025