Penelitian tentang manajemen risiko UMKM pangan umumnya berfokus pada produsen atau pendekatan sektoral yang parsial, sementara konteks distributor produk olahan berbasis komoditas pertanian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko secara terintegrasi melalui identifikasi, pengukuran, dan pengelolaan risiko pada distributor bawang goreng di Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin terhadap 15 distributor yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan menggunakan skor rata-rata per dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,34, dengan identifikasi risiko sebagai dimensi paling dominan (4,47). Temuan ini mengungkap bahwa manajemen risiko pada distributor UMKM pangan bersifat adaptif dan berbasis pengalaman, namun belum terstandarisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan memperluas kajian manajemen risiko pada level distributor UMKM pangan dan menekankan pentingnya penguatan sistem pengukuran risiko yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2025