Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Four-Tier Diagnostic Test (FTDT) dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 20 artikel jurnal yang diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan ResearchGate. Hasil kajian menunjukkan bahwa FTDT terbukti lebih efektif daripada tes konvensional dalam mengidentifikasi miskonsepsi siswa, karena tidak hanya mengukur kebenaran jawaban, tetapi juga tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban dan alasannya. FTDT berhasil memetakan tiga jenis miskonsepsi utama, yaitu klasifikasional, teoritikal, dan korelasional, dengan prevalensi mencapai 28%–40%. Faktor penyebab miskonsepsi meliputi pemahaman konsep yang lemah, metode pembelajaran yang tidak mendalam, dan keyakinan siswa yang keliru. Implikasi praktis dari FTDT adalah sebagai dasar untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang responsif dalam kerangka Kurikulum Merdeka, serta pengembangan instrumen yang valid dan kontekstual dengan mempertimbangkan kesenjangan digital. FTDT merupakan alat diagnostik yang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dari sekadar penyampaian materi menuju pemahaman konseptual yang mendalam dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025